Final Piala AFF 2010: Antiklimaks di Bukit Jalil

Posted on December 26, 2010. Filed under: extramezzo, sport | Tags: , , , , , , |


emot195 www.igizmore.uni.ccKesedihan, kekecewaan, rasa duka dan jengah tumpah di muka para pemain, ofisial, dan suporter di Stadion Bukit Jalil serta tentunya bagi Bangsa Indonesia.

Setelah melalui pertandingan yang cukup keras, melelahkan dan menguras energi, akhirnya Timnas Sepakbola Indonesia harus menerima kekalahan atas Malaysia. Pertandingan final leg pertama AFF Cup 2010 di Stadion Bukit Jalil yang katanya ditonton   oleh sekitar 70 ribu pendukung Malaysia dan sekitar 15 ribu pendukung "Garuda" (baca di sini) berlangsung seru !!!. Saya sendiri cukup menonton di rumah saja karena kehabisan tiket (dan kekeringan dompet juga…emot4 www.igizmore.uni.cc )

Pada babak pertama, kedua tim bemain dengan hati-hati, tapi tetap enak ditonton. Sayangnya, ada gangguan mati listrik di rumah saya, sehingga saya baru bisa konsentrasi menonton setelah pertandingan babak pertama berjalan 30 menitan…Terlihat sekali dari awal Malaysia sedikit "birahi" untuk memasukkan goal. Sportifitas pun terabaikan dengan trik-trik tersembunyi. Dua pemain Malaysia memperlihatkan jurus “kickboxing” saat berebut bola, menyebabkan dua pemain Indonesia harus meringis kesakitan. Di lain pihak, pemain Indonesia tetap memegang teguh sportifitas. Bermain lebih bersih, dan cenderung sangat berhati-hati. Tidak membalas “kickboxing” dengan “taekwondo”. Babak pertama berakhir dengan skor kacamata.

Pada babak kedua, menit ke-54 supporter Malaysia membuat ulah dengan melempar petasan dan mengarahkan laser ke lapangan. Di sinilah petaka berawal bagi Timnas Indonesia. Pertandingan sempat terhenti, dan terjadi “sikit” kegaduhan yang membuyarkan konsentrasi pemain Timnas yang melakukan protes.

Begitu pertandingan dimulai, Malaysia langsung “menyerbu” yang membuahkan goal oleh Safee Moh. Sali.  Skor 1-0. (wadu..waduh..saya yang noton mulai gelisah….!!!!). Akhirnya Irfan Bachdim masuk menggantikan Yongki Ariwibowo. Tapi belum berhasil mengangkat spirit tim Indonesia. Justru Malaysia berkali-kali melakukan tekanan ke depan gawang Indonesia. Moh. Ashari yang bebas berdiri di depan gawang Indonesia mencetak goal lagi setelah terjadi bola liar. Skor 2-0…(saya tambah gelisah…ada apa dengan  “Garuda?”)  

Akhirnya sang pelatih Riedl mengerahkan Arif Suyono menggantikan Arif Suyono. Arif memberikan angin segar dengan mengawali serangan ke gawang lawan, namun tendangannya masih melebar. Justru Malaysia melakukan serangan balik dan Safee Moh Sali dengan posisi yang sangat bebas menyundulkan bola yang dikawal Markus. Skor 3-0 (……saya mulai menundukkan kepala, ngga ada harapan deh..!!!). Tapi, semangat…saya tidak beranjak meninggalkan “Garuda” yang sedang berjuang.

Menit 80 Irfan Bachdim dijatuhkan di depan gawang Malaysia. Gonzale melakukan tendangan bebas tapi melambung di atas gawang Malaysia. Hhhhh….Sayang sekali!!! Tim Indonesia masih berusaha memperkecil kekalahan. Sebuah tendangan Zulkifli yang berdiri bebas sayangnya dapat ditangkap dengan mudah.

Waktu tambahan 8 menit diberikan. Di sisa waktu ini permainan Timnas Indonesia tak kunjung membaik. Kekuatan dikerahkan lagi dengan mengeluarkan senjata pamungkas.  Bambang Pamungkas masuk menggantikan Gonzales. Bambang langsung berkesempatan melakukan eksekusi tendangan bebas, sayang dapat diblok dan melebar.

Kemelut terjadi lagi di depan gawang Markus. Dua pemain Malaysia terpaksa dijegal di kotak pinalti. (Untung nggak kena penalty!). Markus pun harus tumbang untuk mem-blok serangan pemain Malaysia. Indonesia masih semangat untuk mencetak goal. Beberapa kesempatan emas didapatkan pada detik-detik akhir, namun sayang gagal hingga wasit meniup peluit panjang……………. saya pun masih terpana..!!!

Mengingat prestasi Tim Garuda sebelumnya, pertandingan kali ini memang antiklimaks. Saya bukan pemerhati sepakbola, jadi tidak tahu apa yang sedang melanda Tim kesayangan kita. Yang jelas, saya kecewa dengan sikap suporter Malaysia yang bikin ulah. Pernyataan Rajagobal terbukti atau tidak? Yang jelas saya juga tidak suka dengan pernyataannya. Anyway, saya memang melihat permainan individu Timnas yang kurang greget. Apakah ini taktik untuk membuat seru, deg- degan dan penasaran yang memompa adrenalin para bolamania pada saat laga kedua nanti ? Who know ……. apa pendapat anda ??

Perjuangan berat menanti di Gelora Bung Karno 29 Desember. GARUDA di dadaku !!!!

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

2 Responses to “Final Piala AFF 2010: Antiklimaks di Bukit Jalil”

RSS Feed for Kios Bagus di Pojok Kampus Comments RSS Feed

Hsssh….ach….ugh….Malaysia, malam itu main kau cantik nian, 3 kali kau jebol ku tak tahan sssshh…

wkwkakakakakakak!!!!!! ngeres gen Jat.. mai mulih…!!! ditunggu Gek Mas..😀 :-S


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: